Iklan KumpulBlogger

Kamis, 15 Januari 2009

MENULIS DI BLOG

Bahan Nulis Blog

6 September 2007 in Panduan Membuat Blog

Kesulitan bahan untuk menulis di blog Anda? Buntu ‘ilham’ alias kosong inspirasi untuk update blog Anda? Tidak usah kuatir. Anda bisa nulis dalam waktu 10 menit setiap hari sambil makan siang di warteg (asal warteg-nya pake internet). Tidak usah pake ilham atau mood-mood-an segala. Tulis dg mudah dg cara praktis berikut ini:

1. Kunjungi salah satu blog yg Anda tahu.
2. Baca posting terbaru atau artikel yg Anda anggap menarik.
3. Login ke blog Anda, dan tanggapi tulisan di blog sebelah tsb. Panjang respons terserah Anda, satu atau dua paragraf, atau 10 paragraf tidak masalah. Blog kan milik sendiri.
4. Selesai. Lakukan hal yg sama setiap hari, setiap Anda online.

Oh ya, jangan lupa memuat live-link artikel yg Anda respons untuk menarik perhatian blogger yg ditanggapi. Bagi jamaah blogger wordpress, Anda bisa memanfaatkan fasilitas trackback atau lacak balik waktu memposting. Trackback adalah fasilitas khusus wordpress yang berguna untuk memberi ping atau, istilah saya, “komentar jarak jauh”.

Formula trackback adalah

1. link posting + trackback. Contoh, saya akan mentrackback link http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/ maka tinggal nambah kata ‘trackback’ di akhir link menjadi –> http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/trackback/

2. Taruh link trackback di atas di kotak trackback/ lacakbalik yg letaknya di bawah kotak posting.

3. Pasang link artikel yang Anda trackback di posting Anda. Contoh, http://afatih.wordpress.com/2007/09/06/kamus-online/

4. Selesai nulis posting, klik ‘tampilkan’ atau ‘publish’. Dalam waktu singkat, link blog Anda akan nongol di halaman komentar blog yang Anda trackback. Tak percaya? Coba saja.

BLOG TETES DARAH

Perlukah Tetes Darah Keperawanan di Malam Pertama Pernikahan?

21 Desember 2008 in Artikel Opini
Tags: hubungan pranikah remaja, survei bkkbn

“Tidak perlu!” jawaban tegas seakan terlontar dari mulut mayoritas remaja (63 persen) yang disurvei Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Tetes darah keperawanan kebanyakan remaja saat ini pertama mengalir bukan di malam pertama pernikahan, tapi di malam pertama pacaran. Tak peduli apakah saat mereka pacaran itu masih sekolah SMA atau malah SMP. Bukan itu saja, tetesan darah lain juga mengalir saat pacaran: tetesan darah bayi yang digugurkan.

Jawa Pos edisi Minggu 21 Desember 2008 melaporkan hasil survei BKKBN terbaru (200 sebagai berikut:

Remaja Cicipi Seks Capai 63 Persen
Data Terbaru dari BKKBN

SERANG - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengaku prihatin dengan kondisi moral remaja Indonesia. Menurut hasil survei yang diterima lembaga tersebut, 63 persen remaja di Indonesia pada usia antara SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Ironisnya, 21 persen di antaranya dilaporkan melakukan aborsi.

”Hasil survei terakhir itu dilakukan di 33 provinsi sepanjang 2008 dan itu dikuatkan pengakuan mereka sebagai subjek,” kata Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi BKKBN M. Masri Muadz kepada Jawa Pos kemarin (20/12).

Masri mengatakan, persentase remaja yang melakukan hubungan seksual pranikah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berdasar data penelitian pada 2005-2006 di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar, angka itu sempat berada pada kisaran 47,54 persen. Namun, hasil survei terakhir 2008 meningkat menjadi 63 persen. ”Perilaku seks bebas remaja saat ini sudah cukup parah. Peran agama dan keluarga sangat penting untuk mengantisipasi perilaku remaja tersebut,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang mendorong remaja usia sekolah SMP dan SMA melakukan hubungan seks di luar nikah. Di antaranya, pengaruh pergaulan bebas, faktor lingkungan dan keluarga yang mendukung ke arah perilaku tersebut, serta pengaruh perkembangan media massa.

Dengan perilaku seperti itu, remaja sangat rentan terhadap risiko kesehatan, seperti penularan penyakit HIV/AIDS, penggunaan narkoba, serta penyakit lain. Sebab, data Departemen Kesehatan hingga September 2008, dari 15.210 penderita AIDS atau orang yang hidup dengan HIV/AIDS di Indonesia, 54 persen adalah remaja.

Saatnya bermawas diri bagi yang punya keluarga dengan usia di atas kecuali kalau memang Anda begitu tidak peduli dengan semua itu.